Puncak Iman Para Rasul

Perjalanan hidup rohani murid Kristus, dimulai dari kasih Allah dan sempurna dengan mengasihi sesama manusia.

Seorang ahli bangunan tidak membangun dengan sembarangan, ia mulai dengan meletakkan dasar atau fondasi. Namun pembangunan tidak selesai hanya dengan meletakkan dasar. Fondasi saja tidak cukup membuat bangunan berfungsi. Bangunan hanya berguna kalau sudah jadi. Orang perlu membangun di atas dasar yang telah diletakkan.

Paulus menggambarkan kekristenan sebagai bangunan yang tersusun rapi. Bangunan yang disusun dari hidup manusia. Tempat kediaman Allah yang dibangun di atas dasar Yesus Kristus sebagai batu penjuru.

Setelah dasar diletakkan, apa yang akan dibangun di atasnya?

Letakkan kasih di atas dasar itu. Bangunlah kasih, maka bangunan itu menjadi berguna dan bertahan kokoh.

Paulus berkata, jika ia hanya memiliki iman tanpa kasih, ia sama sekali tidak berguna.

1 Kor 13:2 Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.

Iman sekalipun sempurna hanya sebesar biji sesawi. Sedangkan kasih itu sangat besar, kasih melampaui segala pengetahuan.

1 Kor 13:13 Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.

Efe 3:18-19 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnyakasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.

Paulus yakin kasih tidak berkesudahan, love never fail.

1 Kor 13:8 Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap.

Petrus memahami kasih kepada sesama manusia adalah puncak iman. Iman di dasar, kasih kepada sesama manusia di puncak.

2 Pet 1:5-7 Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang.

Satu-satunya perintah perjanjian baru adalah perintah untuk mengasihi sesama manusia.

Yakobus memahami perintah itu sehingga menulis dengan tegas. Kalau seorang tahu bagaimana harus mengasihi tapi tidak melakukannya, orang itu berdosa. Orang yang tidak mengasihi sesama manusia padahal tahu cara mengasihi, ia berdosa.

Yak 2:8 Akan tetapi, jikalau kamu menjalankan hukum utama yang tertulis dalam Kitab Suci: “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri,” kamu berbuat baik.

Yak 4:17 Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.

Yohanes berkata Allah adalah kasih. Siapa yang mengasihi, tetap di dalam Allah dan Allah di dalam dia.

1 Yoh 4:16 Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapatetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.

Iman para rasul dimulai dari karunia kasih Allah melalui Yesus Kristus. Puncak iman para rasul adalah kasih kepada sesama manusia.

Kejarlah kasih. Follow the way of love.

19-July-2011

Iklan

Diterbitkan oleh

kejarlahkasih

Kejarlah kasih, follow the way of love. https://kejarlahkasih.wordpress.com

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s