Bocoran Soal


Setiap manusia pasti akan menghadapi ujian akhir di hadapan Tuhan. Ujian atas apa yang telah dilakukannya selama hidup di  atas bumi.  Mereka yang lulus akan menerima upah besar sehingga segala jerih payahnya di bumi tidak menjadi sia-sia.

Matius 25

31  “Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya.

32  Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing,

33  dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya.

34  Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.

Bicara ujian, mau tidak mau saya ingat saat-saat belajar di sekolah dulu. Apa yang saya lakukan jika akan menghadapi ujian?  Jika sempat, saya pasti belajar. Namun saya tidak belajar dengan cara menghafal semua materi pelajaran hingga titik komanya. Itu tidak efektif.

Inilah yang saya lakukan. Pertama-tama, saya mencoba mengingat topik yang paling sering diulang,  yang menjadi penekanan, dijelaskan panjang lebar, dicetak tebal di buku, karena biasanya itu menunjukkan topik terpenting dari suatu pelajaran.  Setelah mengenali topik utamanya, baru saya mengambil waktu untuk mempelajarinya. Memahami topik utama terlebih dahulu sebelum mempelajari hal-hal lainnya.  Kenapa saya melakukan itu?  Karena jika saya berhasil memahami topik utamanya, maka seluruh materi pelajaran menjadi jauh lebih mudah untuk dipelajari.

Apakah saya selalu memperoleh nilai bagus? Tidak juga. Kadang-kadang ada guru yang membuat soal dari hal-hal yang tidak penting. Setidaknya begitu menurut saya!  Sungguh mengecewakan kalau itu terjadi.  Berarti saya telah menghabiskan waktu dengan percuma, mempelajari topik yang tidak ditanyakan di soal ujian. Dari pengalaman itu saya berkesimpulan, mendapatkan soal bocoran adalah anugerah terbesar bagi seorang
murid!

Soal bocoran kadang-kadang dijual oleh segelintir oknum sekolah. Tapi ada juga guru-guru yang memberitahu soal ujian dengan sukarela. Tentu saja tidak diberi nama sebagai soal bocoran. Ada guru yang menyebutnya sebagai kisi-kisi soal ujian. Ada yang saat mengajar dengan terang-terangan memberitahu para murid, “Perhatikanlah anak-anak, ini akan ditanyakan waktu ulangan nanti”   Bertemu dengan guru seperti itu sungguh menyenangkan. Kita hanya perlu memperhatikan saat sang guru mengajar. Mempercayai perkataannya dan mempelajari apa yang diminta untuk dipelajari. Dijamin belajar jadi efektif!

Belajar menjadi murid Kristus juga sama seperti belajar di sekolah.  Pahami dulu topik utama yang diajarkan Yesus. Setelah itu, mempelajari hal-hal lain yang diajarkan Yesus menjadi lebih mudah.  Memahami dan melakukan apa yang diperintahkanNya adalah cara terbaik untuk menjalani hidup dengan benar. Tapi seandainya anda terlalu malas, setidaknya anda perlu mencari tahu, apa yang akan diuji pada hari terakhir hidupmu!

Yesus sungguh baik, Dia begitu mengasihi para murid sehingga tidak segan-segan membocorkan soal ujian akhir.

Matius 25

34  Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.

35  Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan;

36  ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku.

37  Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum?

38  Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian?

39  Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau?

40  Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.

Siapakah saudaraKu yang dimaksud Yesus dalam pengajaran ini?  Saudara yang dimaksud Yesus adalah sesama manusia!

Yesus sungguh ajaib, rupanya Dia tahu di kemudian hari akan ada yang menafsirkan perkataanNya untuk kepentingan diri atau kelompoknya sendiri.  Yesus sengaja memulai pengajaran tersebut dengan menyebut diriNya sebagai Anak Manusia. Anak manusia lahir dari manusia. Anak manusia dan anak manusia adalah bersaudara!  Tanpa membedakan apapun juga, kasihilah sesama manusia.

Percayalah kepada Yesus. Dia menetapkan, penilaian akhir hanya berdasarkan kasih yang telah dilakukan kepada sesama manusia.  Mereka yang mengasihi sesamanya tinggal di dalam dan menerima kebahagiaan sejati. Mungkin anda bertanya, kenapa penilaian terakhir hanya didasarkan pada kasih kepada manusia?  Karena itulah perintah satu-satunya yang diberikan Yesus Kristus kepada para murid. Satu perintah saja, perintah untuk mengasihi sesama manusia.

Hai para murid Kristus, jangan mau ditipu dengan ajaran yang bertentangan dengan perkataan Yesus.  Penilaian dilakukan bukan berdasarkan banyaknya mujizat, nubuat atau mengusir setan demi nama Tuhan.

Matius 7

22  Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?

23  Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

 Matius 24:12 Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.

Roma 13:10 Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.

Manusia yang tidak mengasihi sesamanya disebut sebagai pembuat kejahatan. Pembuat kejahatan diusir Tuhan pada hari terakhir. Manusia yang menolak untuk mengasihi, dibuang sebagai sampah hina. Walau berusaha menipu supaya dianggap berguna dan mulia, mereka tidak akan berhasil! Manusia hina tidak akan menikmati kebahagiaan sejati.

Yesus sudah memberitahu apa yang akan dinilaiNya pada saat kedatanganNya dan kita diberi waktu seumur hidup untuk mempersiapkannya.  Apapun tindakan kasih yang kita lakukan terhadap sesama manusia akan dihitung sebagai tindakan kasih untuk Yesus.

Kasih kepada sesama manusia adalah bukti kasih kepada Allah.


Kejarlah kasih. Follow the way of love.

https://kejarlahkasih.wordpress.com

Iklan

Diterbitkan oleh

kejarlahkasih

Kejarlah kasih, follow the way of love. https://kejarlahkasih.wordpress.com

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s