Tantangan Kasih

Kasih. Apakah anda berpikir kasih itu lemah?  Orang yang mengasihi adalah orang bodoh yang mudah ditipu?  Orang yang tidak melawan kalau diperlakukan jahat?  Kalau anda berpikir demikian, anda salah besar! Anda belum mengenal kasih dengan benar!

Kasih tidak lemah. Kasih tidak bodoh.  Kasih adalah kekuatan terhebat di alam semesta. Tidak ada yang sanggup mengalahkan kasih.

Ini adalah salah satu ayat yang sering dipelintir untuk mengejek kasih.

Matius 5:39  Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.

Ditampar pipi kanan, memberi pipi kiri.  Apakah itu lemah dan bodoh? Mustahil.

Kapan anda pernah melihat orang memberi pipi kiri setelah ditampar pipi kanannya?  Anda hanya akan pernah melihat itu terjadi kalau yang ditampar adalah orang gila! Atau orang kuat yang berani!

Menyodorkan pipi kiri setelah pipi kanan ditampar, jelas adalah sebuah tantangan yang berani!

Setelah ditampar, mereka yang lemah tidak akan sanggup menegakkan kepala. Mereka yang takut tidak akan berani mengangkat wajah, apalagi menyodorkan pipi kiri!

Bayangkan anda sedang menatap lurus ke depan. Seorang jahat berdiri tepat di hadapan anda. Si jahat mendaratkan satu tamparan keras di pipi kanan anda.  Kekuatan tamparan itu membuat wajah anda terhempas ke kiri. Pipi kanan anda bengkak dan pipi kiri anda tersembunyi dari pandangan mata sang penampar.

Jangan diam ketakutan dan menyerah kalah!

Kembalikan wajah anda menghadap ke depan. Tatap mata sang penampar. Palingkan wajah dan hadapkan pipimu yang sebelah lagi ke arah si penampar. Tantang si penampar untuk menampar lagi. Ya, tantangan! Saya menyebutnya tantangan kasih!

Tapi kalau anda menyadari sedang berada  dalam posisi yang tidak menguntungkan atau dalam posisi lemah atau sulit untuk menang tanpa luka parah, berlakulah cerdik!

Kalau sang penampar menampar pipi kananmu, tepat ketika tangannya menyentuh pipi kananmu hempaskanlah wajahmu ke sebelah kiri. Kalau penamparmu menampar pipi kiri, tepat ketika tangan penampar itu menyentuh pipi kiri, hempaskanlah sendiri wajahmu ke sebelah kanan. Jangan menunggu kekuatan tamparan lawan menghempaskan wajahmu, karena itu akan sangat menyakitkan. Hempaskanlah sendiri wajahmu mengikuti arah dorongan tangan penamparmu supaya tidak terasa terlalu sakit. Sehingga bila tiba waktunya, anda masih mempunyai cukup kekuatan untuk melawan kejahatan.

Apa yang dilakukan Yesus ketika ditampar?

Yohanes 18:22  Ketika Ia mengatakan hal itu, seorang penjaga yang berdiri di situ, menampar muka-Nya sambil berkata: “Begitukah jawab-Mu kepada Imam Besar?”  23  Jawab Yesus kepadanya: “Jikalau kata-Ku itu salah, tunjukkanlah salahnya, tetapi jikalau kata-Ku itu benar, mengapakah engkau menampar Aku?

Lihatlah keberanian Yesus menantang sang penampar! Tantangan kasih.

Bukankah dengan perkataanNya Yesus menantang si penampar? Menantang supaya si penampar sadar telah menampar orang yang tidak bersalah?  Bukankah dengan tantangan kasih itu, Yesus juga membuat mereka yang menyaksikan berpikir ulang? Tentang apa yang sedang terjadi? Memberi kesempatan kepada para saksi untuk mempertimbangkan siapa yang sebenarnya bersalah?

Apa yang dilakukan Rasul Paulus ketika ditampar?

Kisah 23:2  Tetapi Imam Besar Ananias menyuruh orang-orang yang berdiri dekat Paulus menampar mulut Paulus. 3  Membalas itu Paulus berkata kepadanya: “Allah akan menampar engkau, hai tembok yang dikapur putih-putih! Engkau duduk di sini untuk menghakimi aku menurut hukum Taurat, namun engkau melanggar hukum Taurat oleh perintahmu untuk menampar aku.”

Paulus membalas dengan perkataan keras. Tantangan kasih.

Bukankah dengan perkataan itu Paulus menegur Imam Besar? Bukankah Paulus sedang menelanjangi kemunafikan di depan banyak saksi? Paulus membalas kejahatan dengan berbuat baik, yaitu dengan menyatakan kesalahan Imam. Teguran nyata-nyata adalah salah satu bentuk tindakan kasih.

Kejahatan bukan untuk diterima atau dibiarkan begitu saja. Kejahatan ada untuk dilawan. Itu adalah perintah Allah.  Tunduklah kepada Allah dan lawanlah kejahatan.  Kasihilah sesamamu manusia dan lawanlah perbuatan jahat.

Melawan dengan apa? Bukan membalas kejahatan dengan kejahatan, melainkan dengan kebaikan. Berikan tantangan kasih dengan tulus dan cerdik. Tulus supaya si penjahat dan para saksi pada akhirnya dapat mengenal kebenaran. Cerdik supaya kejahatan tidak mengambil keuntungan sedikitpun juga.

Kebenaran dan kasih tidak mungkin berpisah! Mereka yang tidak hidup dalam kasih, tidak mungkin sempurna dalam kebenaran. Mereka yang tidak hidup dalam kebenaran, tidak mungkin sempurna dalam kasih.

Membiarkan diri sendiri menjadi korban kejahatan berarti tidak mengasihi diri sendiri. Membiarkan keluarga sendiri dianiaya berarti tidak mengasihi keluarga sendiri. Menutup mata terhadap perbuatan jahat berarti tidak mengasihi korban kejahatan.  Tidak menyatakan kesalahan berarti tidak mengasihi orang yang berbuat salah.

Murid Kristus menyatakan kebenaran ketika mendengar dusta. Membela hidup ketika ada yang hendak merampasnya. Mengusahakan keadilan ketika ada ketidakadilan. Mengusahakan kesejahteraan ketika ada kemiskinan. Menebar kasih ketika ada benci. Semakin kejahatan berusaha menekan, semakin besar pula tindakan kasih ditunjukkan. Tantangan kasih!

Kalau kejahatan diselubungi sedemikian rupa sehingga tak nampak sebagai kejahatan, berlakulah cerdik supaya kejahatan itu nyata sebagai kejahatan. Kalau dusta diselubungi dengan kata-kata halus, berlakulah cerdik supaya kemunafikan itu dapat ditelanjangi. Katakan kebenaran melawan dusta sehingga dusta nyata sebagai dusta. Kasihi mereka yang munafik dengan membongkar kemunafikannya. Cerdik seperti ular, tulus seperti merpati.

Tidak mengasihi padahal tahu cara untuk mengasihi, sama dengan berbuat jahat. Mengasihi sesama manusia berarti tidak berbuat jahat kepada sesama manusia.

Kejarlah kasih. Follow the way of love.

https://kejarlahkasih.wordpress.com

Iklan

Diterbitkan oleh

kejarlahkasih

Kejarlah kasih, follow the way of love. https://kejarlahkasih.wordpress.com

2 tanggapan untuk “Tantangan Kasih”

  1. Kisah 23:2 Tetapi Imam Besar Ananias menyuruh orang-orang yang berdiri dekat Paulus menampar mulut Paulus. 3 Membalas itu Paulus berkata kepadanya: “Allah akan menampar engkau, hai tembok yang dikapur putih-putih! Engkau duduk di sini untuk menghakimi aku menurut hukum Taurat, namun engkau melanggar hukum Taurat oleh perintahmu untuk menampar aku.”

    Pertanyaan saya , kenapa Imam Besar berani menyuruh orang-orang yang berdiri dekat Paulus untuk menampar Paulus , bukankah kedua2nya sama2 murid Yesus dan termasuk orang-orang yang benar ?
    Orang-orang berarti banyak orang ( serupa Imam dan pendeta ) ?
    Apa yang menyebabkan kemarahan Imam Besar?
    Kenapa Paulus malah membalas “Allah akan menampar engkau, hai tembok yang dikapur putih-putih! ” bukannya mendoakan semoga Imam Besar dikasih penjelasan ?

    1. Imam Besar itu bukan murid Yesus.

      Imam besar itu menyuruh menampar Yesus karena termakan hasutan palsu. Hasutan bahwa Paulus telah menghina agama Yahudi. Itu menyebabkan Imam marah.

      Paulus membalas dengan perkataan keras, karena demikianlah yang diperintahkan Yesus, membalas kejahatan dengan kebaikan. Imam menyuruh menampar, Paulus memberitahu Imam tentang kesalahannya.

      Mengenai doa Paulus bagi Imam, memang tidak tercatat di ayat2 tersebut. Itu wajar karena Yesus mengajarkan agar doa dilakukan di tempat tersembunyi dan bukan di tempat umum supaya dilihat orang.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s