Dihormati Allah

Menerima hormat dari Allah! Satu janji luar biasa yang diberikan Yesus kepada para murid. Tidak ada kemuliaan lebih besar yang dapat diterima manusia selain daripada menerima hormat dari Allah.

Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa  melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.  Yohanes 12:26

Mereka yang melayani Yesus akan dihormati Bapa. Para pelayan Yesus harus mengikuti Yesus kemanapun Yesus pergi, sehingga di mana Yesus ada di situ mereka ada.

Pada waktu Yesus berjalan di muka bumi, tentu tidak mustahil bagi para murid untuk melayani dan mengikutiNya.  Tetapi setelah Yesus naik ke sorga, bagaimana cara para murid melayani dan mengikutiNya? Bagaimana kita,  murid-muridNya di masa kini dapat melayani Dia? Bagaimana kita dapat mengikuti dan ada di tempat di mana Yesus ada sekarang?

Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.  Matius 25:40

Yesus menjelaskan, apa saja yang kita lakukan untuk sesama manusia, akan dianggap sama seperti dilakukan untuk Dia.  Setiap pelayanan untuk sesama manusia akan dianggap sebagai pelayanan untuk Yesus.

Namun melayani manusia saja tidak cukup. Sebab Yesus berkata, siapa yang melayani Dia, harus mengikuti Dia dan ada di manapun Dia berada.

Seorang anak dapat mengikuti ibunya dengan cara membuntuti sang ibu kemanapun si ibu pergi. Membuntuti adalah cara mengikuti yang umum dilakukan. Namun itu bukan cara terbaik bagi seorang anak! Walaupun berusaha keras, pasti akan ada waktu-waktu dimana si anak gagal  membuntuti dan terpisah dari sang ibu. Karena itu seorang anak perlu cara lain untuk  dapat mengikuti ibunya sepanjang waktu.

Lihatlah ibu yang sedang hamil!  Anak yang tinggal di dalam kandungan sang ibu, akan mengikuti ibunya ke manapun sang ibu pergi. Selama sang anak tinggal di dalam sang ibu, maka anak itu akan ada di manapun sang ibu berada!  Itulah cara satu-satunya bagi seorang anak untuk dapat senantiasa berhasil dalam mengikuti sang ibu.

Tinggal di dalam Kristus berarti senantiasa mengikuti Yesus. Dan cara untuk tinggal di dalam Kristus adalah dengan mengasihi sesama manusia.

Melayani sesama manusia sama dengan melayani Yesus. Mengasihi manusia adalah cara tinggal di dalam Kristus, sekaligus cara untuk senantiasa mengikuti Yesus dan selalu ada bersamaNya. Melayani manusia dengan kasih  adalah cara kita untuk melayani dan mengikuti Yesus. Dan Yesus berkata, mereka itulah yang akan dihormati Bapa.

Siapakah yang layak dihormati? Mereka yang lebih tinggi derajatnya layak dihormati. Saling menghormati wajar dilakukan di antara mereka yang sederajat. Hormat diberikan kepada yang lebih mulia, juga kepada yang setara dalam kemuliaan.

Lalu, kenapa Allah menghormati manusia? Bukankah Allah adalah Pencipta dan manusia adalah ciptaan? Bukankah Pencipta lebih mulia daripada yang diciptakan? Apakah karena manusia mengasihi? Bukankah kasih itu berasal dari Allah karena Allah adalah kasih? Bukankah manusia hanya dapat mengasihi jika telah terlebih dahulu dikasihi Allah? Kalau semuanya datang sebagai anugerah dari Allah, kenapa Allah memberi hormat kepada manusia?

Yesus menjelaskannya pada perkataan sebelumnya. Inilah yang dikatakanNya.

23  Tetapi Yesus menjawab mereka, kata-Nya: “Telah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan.24  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak
buah.
25  Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan  memeliharanya untuk hidup yang kekal.  Yohanes 12:23-25

Yesus mengajar para murid melalui cerita biji gandum. Biji gandum harus jatuh ke dalam tanah dan kemudian mati untuk menghasilkan banyak buah. Apa maksudNya? MaksudNya ialah para murid tidak boleh mencintai nyawanya di dunia ini untuk beroleh hidup yang kekal dan berbuah banyak.

Seseorang yang mencintai nyawanya di dalam dunia memilih sebuah jalan yang luas.  Jalan itu bernama Jalan Tentang Aku atau Jalan Untuk Aku. Mengejar kekayaan, hiburan, kekuasaan dan semua hal lainnya untuk dapat memuaskan diri sendiri. Tidak ada bahagia sejati, melainkan selalu mencari untuk aku, untuk aku dan untuk aku. Jalan luas itu menuju kepada kebinasaan.

Mereka yang mencintai kehidupannya sendiri di dalam dunia ini hanya mengejar kesia-siaan dan berakhir dengan kehilangan nyawanya.

Sama seperti biji gandum harus jatuh ke dalam tanah dan mati, demikian juga murid Kristus harus mati. Biji gandum yang tidak mati di dalam tanah tetap satu biji saja, alias tidak berbuah. Demikian juga murid Kristus yang tidak mati di dalam dunia ini tidak mungkin berbuah.

Mati di dalam dunia.  Apakah itu berarti  kita harus menjadi almarhum? Bukan!  Mati di dalam dunia berarti tidak hidup di dalam dunia. Tidak hidup di dalam dunia berarti tidak tinggal di dalam dunia.

Tidak tinggal di dalam dunia, melainkan tinggal di dalam Kristus!  Para murid Kristus tidak dipanggil untuk tinggal di dalam dunia, tetapi dipanggil untuk tinggal di dalam Kristus. Dan cara tinggal di dalam Kristus adalah dengan saling mengasihi.

Kasih tidak mencari keuntungan diri sendiri.  Mengasihi dan mencari keuntungan diri sendiri adalah dua hal berbeda yang saling bertolak belakang.  Mencari kepentingan diri sendiri adalah gaya hidup di dalam dunia sementara saling mengasihi adalah cara hidup di dalam Kristus. Kasih adalah jalan sempit yang menuju kepada kehidupan.

Jika kita taat dan belajar untuk mengasihi sesama manusia sesuai perintahNya, maka Yesus akan menyebut kita sebagai sahabat.  Bukan hanya disebut sebagai sahabat, kita bahkan diangkat menjadi anak-anak Allah sehingga Yesus Kristus akan menjadi kakak sulung bagi kita semua.

Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu.  Yohanes 15:14 

Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.  Roma 8:29

Jika kita bertemu seorang Raja dengan kekuasaan besar, seorang pemimpin yang  hidupnya sudah menjadi teladan, apa yang akan kita lakukan? Kita akan memberi hormat, karena Raja itu memang layak dihormati.

Bagaimana jika Raja itu memperkenalkan seseorang sebagai sahabatNya kepada kita? Seseorang yang diperkenalkan dengan perkataan, inilah sahabatKu yang Aku kasihi. Apa respon kita terhadap orang itu? Tentu orang itu juga akan kita hormati, sebagai tanda hormat kita kepada sang Raja.

Demikianlah Bapa akan menghormati manusia yang melayani sesamanya dalam kasih. Mereka akan dihormati bukan karena diri mereka sendiri. Bukan pula karena mereka setara dengan Bapa, melainkan karena Tuhan Yesus Kristus menyebut mereka sebagai sahabat.  Yesus Kristus dimuliakan Bapa dan sahabat-sahabatNya akan dihormati Bapa.

Manusia yang melayani sesamanya dalam kasih akan dihormati Allah.

Kejarlah kasih. Follow the way of love.

https://kejarlahkasih.wordpress.com

Iklan

Diterbitkan oleh

kejarlahkasih

Kejarlah kasih, follow the way of love. https://kejarlahkasih.wordpress.com

2 tanggapan untuk “Dihormati Allah”

  1. Kejar kasih :Poberson, menyebut Yesus sebagai sahabat dapat dilakukan oleh semua orang. Pertanyaannya adalah apakah Yesus juga menganggap kita sebagai sahabat?

    Tanggapanku : kata sahabat itu untuk menunjukkan kedekatan dan kemurnian sebuah hubungan, Aku tidak bisa menjawab pertanyaan anda apa Yesus menganggap kita sahabat karena apa yang Yesus pikirkan sangat sulit bahkan tidak bisa terjangkau pikiran manusia. Yesus dapat menjadikan dirinya apapun terhadap kita (Bapa, Tuhan, Sahabat, Teman, dll) dan berbuat menurut kehendaknya. Bagaimana kita menerima dan mengikuti dia itu yang penting.

    lihat : http://pobersonaibaho.wordpress.com/2010/09/22/surat-cinta-yesus/

    aduh commentnya di blogku kok cuma pemberitahuan klu udah dibaca, akan lebih baik bila tulisan itu ditanggapi. isi buku tamunya pun cuma salam doang..

    1. Hahahaha… Poberson, saya memang tidak komentari isi link anda tentang Andoy itu, karena saya sudah baca cerita itu bertahun-tahun yg lalu, sebelum diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Setelah diterjemahkanpun, saya berkali-kali menerima forward cerita itu.. jadi bosan.. Link surat cinta yg anda promosikan itu pun saya sudah baca.. Bosan juga dan maaf, saya tidak tertarik dg hal itu.. Saya tulis salam kenal di buku tamu blog anda, karena memang kita baru kenal.

      Poberson, anda benar, ikut Yesus itu penting. Cara ikut Yesus adalah dengan tinggal di dalam Dia. Silakan Anda membaca tulisan-tulisan lain di blog ini.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s