Pengampunan Tanpa Syarat

Yesus menggunakan cerita tentang hutang yang dihapuskan untuk mengajar tentang kasih. Dia sedang mengajarkan prinsip yang sangat penting kepada para murid. Prinsip kasih yang sangat mendasar!

Lukas 7:41-43

41  “Ada dua orang yang berhutang kepada seorang pelepas uang. Yang seorang berhutang lima ratus dinar, yang lain lima puluh. 42  Karena mereka tidak sanggup membayar, maka ia menghapuskan hutang kedua orang itu. Siapakah di antara mereka yang akan terlebih mengasihi dia?” 43  Jawab Simon: “Aku kira dia yang paling banyak dihapuskan hutangnya.” Kata Yesus kepadanya: “Betul pendapatmu itu.”

Dua orang berhutang, yang satu berhutang banyak sementara yang satu lagi berhutang lebih sedikit. Karena tidak sanggup membayar, hutang mereka dihapuskan. Yesus bertanya, siapakah di antara mereka yang akan lebih mengasihi?

Simon menjawab, orang yang paling banyak dihapuskan hutangnya akan lebih mengasihi. Yesus membenarkan dan kemudian melanjutkan pengajarannya kepada Simon. Yesus berkata bahwa orang yang sedikit diampuni akan sedikit juga berbuat kasih.

Lukas 7:47  Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih.”

Sedikit dosa diampuni, sedikit berbuat kasih. Lebih sedikit hutang yang dihapuskan, lebih sedikit mengasihi.

Dari kalimat-kalimat tersebut, kita dapat memahami bahwa pengampunan dosa disamakan dengan penghapusan hutang. Orang yang sedikit diampuni akan sedikit berbuat kasih. Berdasarkan ini, saya memahami bahwa perbuatan kasih hanya mungkin jika dosa telah diampuni.

Pengampunan adalah bukti kasih yang tidak terbantahkan.

Kasih di antara sepasang suami istri terbukti ketika mereka bersedia untuk saling mengampuni. Kasih seorang bapa kepada anaknya dibuktikan ketika sang bapa bersedia mengampuni, sekalipun sang anak telah durhaka. Kasih Allah dibuktikan ketika Dia bersedia mengampuni semua kesalahan kita.

Hanya orang yang dikasihi yang akan diampuni. Menerima pengampunan adalah menerima kasih. Kita harus menerima kasih sebelum dapat memberi kasih. Diampuni terlebih dahulu sebelum dapat mengasihi.

Memahami dan menyadari besarnya pengampunan yang  kita terima akan menentukan besarnya perbuatan kasih yang kita bersedia lakukan. Keyakinan anda kepada pengampunan tanpa syarat yang telah diberikan Allah akan mempermudah perjalanan anda dalam mengasihi sesama manusia.

Tahukah anda berapa besar dosa yang diampuni Allah?

Manusia dengan banyak dosa diampuni. Manusia dengan lebih sedikit dosa diampuni. Hutang sedikit dihapuskan, hutang lebih banyak juga dihapuskan.

Semua kejahatan dan kebejatan yang kita lakukan telah diampuni Allah. Pengampunan itu diberikan bukan karena kita layak menerimanya! Bukan pula berdasarkan apa yang kita lakukan, melainkan semata-mata karena kasih dan kemurahanNya. Kita diampuni karena kita memang tidak mampu membayarnya.

Allah mengampuni semua dosa kita. Terimalah kebenaran ini sepenuhnya! Allah mengampuni. Allah mengampuni. Allah mengampuni. Allah sudah mengampuni! Hutang sudah dihapuskan!

Inilah kabar baik! Berita sukacita bagi semua umat manusia! Di bawah perjanjian yang lama, upah dosa adalah maut, namun maut telah dikalahkan. Tidak ada lagi penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. Hanya ada kasih.

Apakah anda sulit untuk mengasihi orang lain? Renungkanlah pengampunan tanpa syarat yang sudah diberikan Allah di dalam Kristus Yesus sebagai langkah awal.

Terimalah kebenaran bahwa Allah sudah mengampuni umat manusia. Tanpa syarat.  Jadikan kebenaran itu sebagai realitas hidup. Kemudian melangkah dan belajar untuk hidup mengasihi sesama manusia. Kalau belum berhasil, coba lagi dan belajar lagi. Hanya itulah perintah perjanjian baru dan kita diberi waktu seumur hidup untuk belajar mengasihi.

Apakah anda terikat dengan suatu dosa? Anda berusaha untuk lepas namun selalu gagal? Apakah anda punya kebiasaan merusak yang selalu terulang? Apakah pengalaman traumatis membuat perjalanan hidup anda menjadi berat?

Jadilah orang merdeka dengan mulai menerima kebenaran bahwa kita sudah diampuni tanpa syarat. Terimalah kasih yang sudah diberikan itu.

Tidak peduli kengerian apapun yang pernah kita alami, tidak peduli senajis apapun kondisi kita sekarang,  Allah tidak pernah memandang hina. Allah tidak menyalahkan kita. Allah tidak menghukum dan tidak menuntut. Dia sudah mengampuni. Tanpa syarat. Allah mengasihi. Kematian Yesus Kristus adalah bukti kasihNya.

Dunia mengajarkan kasih bersyarat dan pengampunan bersyarat. Yesus Kristus mengajarkan Allah adalah Bapa yang mengasihi. Allah yang  mengasihi tanpa syarat. Orang baik dikasihi. Orang jahat dikasihi. Orang benar dikasihi. Orang sesat dikasihi.

Di dalam Kristus, Allah sudah mengampuni dosa umat manusia. Inilah kabar baik!

Anda boleh tidak percaya, namun ketidakpercayaan anda tidak dapat membatalkan pengampunan itu! Silakan terus hidup dalam ketidakpercayaan itu. Kalau anda tiba pada titik kesadaran bahwa semua ternyata hanya kesia-siaan belaka, ingatlah kembali kabar baik ini! Di dalam Kristus, Allah sudah mengampuni anda. Tanpa syarat. Anda dikasihi dan tidak dihukum.

Yesus Kristus telah menyerahkan hidupNya sendiri untuk semua anak manusia. Melalui kematianNya, anak-anak manusia tidak perlu lagi memenuhi tuntutan hukuman maut. Dia memberi hidup supaya anak-anak manusia dapat berjalan di dalam kasihNya. Dia memberikan kasih supaya kita dapat saling mengasihi.

Allah sudah mengampuni kita, lalu mengapa kita tidak mengampuni diri sendiri? Allah tidak lagi menghukum kita, lalu mengapa kita menghukum diri sendiri?  Allah sudah berdamai dengan kita, lalu mengapa kita tidak berdamai dengan diri sendiri?

Camkanlah, hai manusia! Jangan bertindak sebagai TUHAN. Berhenti merampok hak Allah!

Kita adalah manusia, bukan Allah. Allah sudah mengampuni, lalu kenapa kita tidak mengampuni? Allah tidak menghukum, lalu kenapa kita masih menghukum? Allah sudah berdamai dengan manusia, lalu kenapa kita tidak berdamai dengan sesama manusia?

Allah sudah terlebih dahulu mengasihi kita sehingga kita dapat mengasihi sesama manusia. Di dalam Kristus, Allah sudah mengampuni kita. Tanpa syarat. Terimalah pengampunan tersebut.

Kejarlah kasih. Follow the way of love.

https://kejarlahkasih.wordpress.com

Iklan

Diterbitkan oleh

kejarlahkasih

Kejarlah kasih, follow the way of love. https://kejarlahkasih.wordpress.com

2 tanggapan untuk “Pengampunan Tanpa Syarat”

  1. Terimakasih buat artikelnya.
    Saya dikuatkan tulisan ini.
    Kita dikuatkan utk mengampuni diri sendiri atas kesilapan kita, atas kelemahan kita mengikuti yg kadang-kadang menguasai kita.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s