Eloi, Eloi, Lama Sabakhtani

Dan pada jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: “Eloi, Eloi, lama sabakhtani?”, yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? Markus 15:34

“Eloi, Eloi, Lama Sabakhtani?” Dari bukit Golgota, seruan kengerian itu membelah kegelapan. Semesta menyaksikan dan langitpun terdiam. Sorga sunyi senyap. Siksaan maha dahsyat sedang berlangsung. Tirai ilahipun harus terkoyak.

Dalam kesakitan dan kepedihan, karena cinta, Dia masih ingat untuk memohon, “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Dia berdoa dan meminta dengan percaya, sehingga hal itu pasti diberikan kepada kita, anak-anak manusia akan diampuni.

Dia mati. TubuhNya dipecahkan. Dia menyerahkan roh. Darah dan air mengalir keluar. Anak Manusia pergi dalam awan-awan bersama dengan kuasa dan kemuliaanNya. 


Dan pada jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: “Eloi, Eloi, lama sabakhtani?”, yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? Markus 15:34

“Eloi, Eloi, Lama Sabakhtani?” Dari bukit Golgota, seruan kengerian itu membelah kegelapan. Semesta menyaksikan dan langitpun terdiam. Sorga sunyi senyap. Siksaan maha dahsyat sedang berlangsung. Tirai ilahipun harus terkoyak.

Dijual oleh muridNya sendiri. Diserahkan kepada majelis agama. Dipukul di rumah ibadat. Dihadapkan ke muka gubernur dan raja. Yesus menjadi kesaksian bagi mereka. Dibenci, namun bertahan sampai semuanya selesai.

Manusia adalah anak-anakNya sendiri yang dibentuk olehNya. Sang pencipta, orang tua bagi anak-anak manusia itu terdiam kelu dan dibawa ke pembantaian. Anak-anak memberontak dan menyerahkan Dia untuk dibunuh. Dia harus mengalami dibantai oleh anak-anakNya sendiri. Anak-anak menyerahkan dan membunuh orang tuanya sendiri. Siksaan yang mengerikan.

Dalam kesakitan dan kepedihan, karena cinta, Dia masih ingat untuk memohon, “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Dia berdoa dan meminta dengan percaya, sehingga hal itu pasti diberikan kepada kita, anak-anak manusia akan diampuni.

Dia berpaling kepada Allah yang adalah kasih. Bapa yang belum pernah meninggalkanNya. Tapi Allah, BapaNya sendiri, ternyata meninggalkan Dia. Bapa menyerahkan Anak kepada kematian.

Siksaan yang dahsyat yang belum pernah terjadi sejak dunia dijadikan dan tidak akan terjadi lagi.

Dia nyaris tidak dapat bertahan, namun cinta membuatNya bertahan. Dia berseru dengan nyaring, “Eloi, eloi, lama sabakhtani?” Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?

Dia mati. TubuhNya dipecahkan. Dia menyerahkan roh. Darah dan air mengalir keluar. Anak Manusia pergi dalam awan-awan bersama dengan kuasa dan kemuliaanNya.

Demi cinta, Dia harus mati supaya umat manusia dapat menerima anugerah. Tidak ada cara lain, sebab manusia tidak mungkin dibenarkan dihadapan Allah hanya karena iman. Cawan harus diterimaNya, supaya anak-anak manusia dapat berjalan dalam suatu perjanjian baru.

Sejak dunia dijadikan Allah, siksaan yang dahsyat seperti itu belum pernah terjadi. Dia sudah menerimaNya. Siksaan seperti itu tidak akan terjadi lagi. Allah adalah kasih, Dia telah membuktikan kasih dengan mengampuni.

Pintu kepada Bapa telah terbuka, jalan telah lurus. Kebenaran telah dibuktikan, kasih adalah jalan satu-satunya.

Kejarlah kasih. Follow the way of love.
https://kejarlahkasih.wordpress.com

Iklan

Diterbitkan oleh

kejarlahkasih

Kejarlah kasih, follow the way of love. https://kejarlahkasih.wordpress.com

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s