Apakah engkau mengasihi Aku?

Petrus berkata, “Aku mengasihi Engkau”. Petrus tidak diminta untuk membuktikan pernyataan kasih itu dengan cara melakukan sesuatu kepada Yesus. Petrus bahkan tidak diminta untuk menyembah Yesus.

Ajaran yang mengajarkan kasih kepada Allah lebih besar daripada kasih kepada manusia adalah ajaran keliru. Benih yang melahirkan orang-orang munafik,  sekelompok manusia yang bersedia berdusta bahkan membunuh sesamanya demi kasih kepada Allah. 


Ribuan tahun lalu, Yesus bertanya kepada Simon Petrus, “Apakah engkau mengasihi Aku?” Tanpa ragu Simon menjawab, “Benar Tuhan, Engkau tahu bahwa  aku mengasihi Engkau.”  Namun jawaban itu tidak cukup. Yesus kemudian  memerintahkan Simon untuk menggembalakan domba-dombaNya. Yesus meminta  Simon untuk membuktikan kasihnya dengan cara mengasihi domba-dombaNya. Tiga kali tanya jawab itu diulang dan dicatat untuk menunjukkan prinsip penting yang ada didalamnya.

Seandainya pertanyaan itu diajukan sekarang, tentu banyak yang menjawab tanpa ragu, “Ya Tuhan, aku mengasihiMu.”  Ada yang mengucapkannya sambil berteriak keras, ada pula yang  hanya membisikannya perlahan. Ada yang menari dan melompat-lompat, ada pula yang berlutut menyembah. Mereka menganggap seolah-olah itulah ungkapan kasih kepada Kristus Yesus, Anak Allah.  Mereka mungkin lupa, kalau dahulu ucapan rasul Petrus tidak diterima begitu saja oleh Yesus, maka sekarangpun perkataan saja tidak mungkin diterima! Mengucapkan kata-kata kasih tidak salah, tetapi perkataan saja dapat menjadikan seorang manusia tidak lebih dari pendusta!

Petrus berkata, “Aku mengasihi Engkau” dan Yesus menjawab, “Gembalakan domba-dombaKu”. Petrus tidak diminta untuk membuktikan pernyataan kasih itu dengan cara melakukan sesuatu kepada Yesus. Petrus tidak diminta untuk memuji-muji Yesus. Petrus tidak diminta mempersembahkan harta kepada Yesus. Petrus tidak diminta mencuci kaki Yesus. Petrus bahkan tidak diminta untuk menyembah Yesus. Petrus tidak diminta untuk melakukan apapun juga kepada Yesus sebagai bukti kasih kepada Yesus. Petrus hanya diminta untuk melakukan sesuatu kepada anak-anak manusia!

Yesus memerintahkan Petrus untuk menggembalakan domba-dombaNya. Yesus menghendaki kasih kepadaNya dibuktikan dengan perbuatan baik kepada anak-anak manusia dan bukan kepada diriNya sendiri. Ucapan mengasihi dari mulut Petrus harus dibuktikan melalui perbuatan kasih kepada anak-anak manusia.  Prinsip yang sama masih berlaku pada masa sekarang. Kasih kepada Allah tidak mungkin dibuktikan melalui perbuatan kepada Allah. Kasih kepada Allah dibuktikan melalui perbuatan kasih kepada anak-anak manusia.

Ribuan tahun yang lalu ketika Yesus berjalan di muka bumi, para murid masih dapat mengasihi Dia dengan cara melakukan perbuatan kasih langsung kepadaNya. Tetapi sekarang, setelah Anak Manusia pergi ke atas awan-awan, bagaimana mungkin kita dapat melakukan sesuatu kepada Dia? Haruskah kita menunggu hari terakhir supaya dapat pergi ke awan-awan menyusul Dia? Tentu tidak. Kesempatan yang sama telah diberikan sejak kita masih berjalan di muka bumi ini. Kesempatan untuk memberi Dia minum ketika Dia haus dan memberi Dia makan ketika Dia lapar. Sebab Dia telah memutuskan, apapun perbuatan kasih yang kita lakukan kepada sesama manusia adalah sama seperti dilakukan kepada Dia.

Kasih kepada sesama manusia. Itulah prinsip terbesar yang tidak pernah berubah sejak dahulu kala. Bahkan ketika perjanjian lama masih berlaku, perjanjian itu tidak pernah lebih tinggi dari hukum kasih. Perjanjian yang berisi Taurat dan kitab para nabi itu ada di bawah dua hukum kasih. Sekalipun perjanjian lama sudah usang dan tidak berlaku lagi, namun perintah kasih kepada sesama manusia tetap ada dan menjadi satu-satunya perintah perjanjian baru.

Kasih kepada sesama manusia adalah perintah terbesar. Ajaran yang mengajarkan kasih kepada Allah lebih besar daripada kasih kepada manusia adalah ajaran  keliru. Benih yang melahirkan orang-orang munafik,  sekelompok manusia yang bersedia berdusta bahkan membunuh sesamanya demi kasih kepada Allah. Mereka tidak segan-segan menolak untuk mengasihi manusia dengan alasan bakti kepada Allah. Padahal kasih kepada manusia adalah perintah terbesar sejak jaman dahulu kala.

Mengasihi Allah tidak salah. Mengasihi Kristus Yesus, Anak Allah itu juga tidak  salah. Kasih memang tidak mungkin dinyatakan bersalah sebab di dalam kasih tidak ada penghukuman. Namun para murid Kristus hendaknya memperhatikan, Dia sudah memutuskan untuk hanya menerima tanda kasih kepadaNya dalam bentuk kasih kepada anak-anak manusia. Siapapun yang  mengaku mengasihiNya, wajib hidup dalam kasih terhadap sesamanya. Tanpa mengasihi manusia maka mereka yang mengaku mengasihi Allah hanyalah sedang berdusta.

Saling mengasihi di antara sesama manusia adalah tujuan proses pembelajaran dalam sekolah kehidupan di muka bumi. Setiap orang ada dalam ladang permainan yang sama dengan standar penilaian yang sama. Banyak hal harus dialami. Naik ke puncak dan turun ke lembah, berbaring di padang berumput hijau dan melalui lembah kekelaman, kesialan dan keberuntungan, tawa dan tangis. Semua terjadi supaya manusia dapat belajar untuk saling mengasihi. Mempersiapkan diri supaya cocok ketika masuk ke dalam kekekalan bersama Allah yang adalah kasih. Belajar untuk menjadi sempurna seperti Bapa.

Kasih membuat manusia dapat menikmati kehidupan seperti melodi indah.  Kidung cinta yang tidak mungkin ditolak Allah.

Kejarlah kasih. Follow the way of love.

Iklan

Diterbitkan oleh

kejarlahkasih

Kejarlah kasih, follow the way of love. https://kejarlahkasih.wordpress.com

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s