Ditentukan-Nya Dari Semula

Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya. Roma 8:30

Prasangka buruk tentang Allah dan ajaran tradisi membuat ayat tersebut ditafsirkan menjadi: Allah menentukan dari semula hanya sebagian kecil manusia yang akan diselamatkan.

Teori yang mengajarkan hanya sebagian manusia selama dan sebagian lainnya akan disiksa selama-lamanya adalah teori kejam.

Kunci untuk memahami ayat tersebut terletak pada fakta tentang siapa yang dibenarkan-Nya.


Terdapat dokrin dan ajaran Kristen yang menyatakan bahwa Allah menetapkan hanya sebagian manusia yang akan diselamatkan-Nya. Sebagian percaya penetapan tersebut berdasarkan kedaulatan Allah. Sebagian percaya penetapan tersebut berdasarkan pra-pengetahuan Allah. Sebagian percaya pemilihan tersebut berdasarkan iman. Sebagian lainnya mempercayai versi-versi lain.

Bagi saya, semua teori yang menyatakan Allah hanya menetapkan sebagian manusia untuk selamat dan sebagian lainnya untuk menerima siksaan kekal adalah teori kejam. Mengapa? Karena tidak ada seorang manusiapun yang memilih untuk dilahirkan ke dalam dunia ini.

Allah bukan kasih jika Dia menggunakan kekuasaan-Nya untuk membuat manusia ada hanya supaya dapat disiksa-Nya selama-lamanya. Padahal Alkitab dengan terus terang mengajarkan Allah adalah kasih.

Bagaimana mungkin Dia menyiksa anak-anak-Nya sendiri untuk selama-lamanya? Bagaimana mungkin kesalahan manusia selama hidup 80 (delapan puluh) tahun di muka bumi diganjar dengan hukuman siksa selama 7 (tujuh) juta tahun​? Bahkan selama-lamanya? Orang tua jahat mana di bumi ini yang tega menyiksa anaknya sendiri setiap hari, seumur hidup, hanya karena kesalahan yang dilakukan sang anak selama 1 (satu) jam saja?

Bagaimana mungkin Allah diagungkan sebagai Juruselamat semua manusia jika ternyata Dia gagal menyelamatkan semua manusia? Adakah bapa jahat di seluruh penjuru bumi ini yang tega membiarkan anaknya sendiri disiksa setiap hari, sepanjang umurnya, hanya karena anak itu tidak percaya kepada sang ayah?

Berhenti membaca sejenak! Ingat, Allah adalah kasih. Ambil waktu merenungkan kembali pertanyaan-pertanyaan di atas.

Mungkin ada yang hatinya sudah membeku atau sudah tertipu mentah-mentah oleh ajaran-ajaran palsu yang kemudian menjawab: Itu adalah kedaulatan Allah. Benarkah? Mustahil! Dokrin atau ajaran seperti itu tidak sesuai dengan pernyataan Alkitab.

Kedaulatan Allah tidak mewajibkan Dia untuk menyiksa, melainkan memberi Dia kebebasan untuk mengampuni semua manusia.

Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya. Roma 8:30

Prasangka buruk tentang Allah yang kejam dan ajaran tradisi turun-temurun membuat ayat itu ditafsirkan menjadi: Allah menentukan dari semula, hanya SEBAGIAN saja manusia yang akan diselamatkan. Padahal bukan itu makna ayat tersebut.

Kunci untuk memahami ayat tersebut terletak pada kesediaan untuk menerima fakta tentang siapa yang telah dibenarkan-Nya. Satu kebenaran yang kita terima akan membuka pintu menuju kebenaran berikutnya. Semua orang telah dibenarkan, itulah kebenaran yang dinyatakan Kitab Suci.

Roma 3:24 dengan tegas menyatakan bahwa semua orang telah dibenarkan. Menerima kebenaran yang dinyatakan Roma 3:24 menjadikan Roma 8:30 mudah untuk dipahami.

Siapakah yang dibenarkan-Nya? Semua orang! Mereka yang dibenarkan-Nya adalah semua orang.

‘..Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya..’

Siapakah yang dipanggil-Nya? Mereka yang dipanggil-Nya adalah yang dibenarkan-Nya.

Sekarang, kita menerima pernyataan bahwa yang dipanggil-Nya adalah juga yang dibenarkan-Nya. Padahal sebelumnya kita sudah mengetahui bahwa yang dibenarkan-Nya adalah semua orang. Sehingga kita mempunyai dua pernyataan kebenaran.

Pernyataan pertama: Yang dibenarkan-Nya adalah semua orang.

Pernyataan kedua: Yang dibenarkan-Nya adalah yang dipanggil-Nya.

Berdasarkan dua pernyataan tersebut maka dengan mudah dapat disimpulkan bahwa yang dipanggil-Nya adalah semua orang.

Siapakah yang dipanggil-Nya? Semua orang!

‘Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya.’

Siapakah yang ditentukan-Nya dari semula? Mereka yang ditentukan-Nya dari semula adalah yang dipanggil-Nya. Pernyataan yang kita terima adalah: Mereka yang dipanggil-Nya adalah sama dengan yang ditentukan-Nya.

Selain itu sebelumnya kita telah mengetahui bahwa yang dipanggil-Nya adalah semua orang. Berdasarkan dua hal tersebut maka kita dapat menyimpulkan bahwa yang ditentukan-Nya dari semula adalah semua orang.

Siapakah yang ditentukan-Nya dari semula? Semua orang!

Allah menentukan dari semula, semua orang dipanggil dan dibenarkan-Nya. Allah tidak memilih sebagian melainkan semua manusia. Ini sesuai dengan 1 Timotius 2:4 yang menyatakan bahwa Allah menghendaki agar semua orang diselamatkan. Untuk itu Allah telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia. Anak-Nya berhasil. Allah berhasil.

Karena itu, kita menaruh pengharapan kita kepada Allah yang hidup, Juruselamat semua manusia. Tentu kita yang percaya memberitakan dan mengajarkannya kepada semua orang.

Iklan

Diterbitkan oleh

kejarlahkasih

Kejarlah kasih, follow the way of love. https://kejarlahkasih.wordpress.com

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s