Kehendak Bebas Manusia

Dengan kehendak bebas, setiap manusia dapat memilih untuk menerima atau menolak keselamatan. Jika menerima pasti masuk sorga, jika menolak pasti disiksa di dalam api neraka untuk selama-lamanya. Kalimat pembodohan seperti itu adalah dongeng turun-temurun yang bertentangan dengan ajaran Yesus Kristus.

Allah memang memberi kehendak bebas kepada manusia. Tetapi kehendak bebas manusia hanya berguna di dalam batas-batas yang telah ditentukan-Nya.

Domba dilahirkan oleh domba. Kambing dilahirkan oleh kambing. Jika hendak menjadi domba maka kambing harus dilahirkan kembali sebagai domba.

Urusan ‘dilahirkan’ mustahil terjadi karena pilihan kehendak bebas manusia.


Setiap manusia dapat menggunakan kehendak bebasnya selama hidup di dalam dunia untuk memutuskan menerima atau menolak keselamatan. Jika menerima Yesus maka selamat masuk sorga, jika menolak maka akan disiksa di dalam api neraka. Kalimat pembodohan seperti itu cukup populer di kalangan tertentu untuk mendukung dokrin keselamatan Kristen versi ngawur. Dongeng turun-temurun yang bertentangan dengan ajaran Yesus Kristus.

Apakah kehendak bebas manusia sedemikian hebat sehingga dapat menentukan hidup atau kebinasaan kekal? Tentu tidak! Terimalah kebenaran bahwa manusia pasti terbatas. Allah telah menentukan batas bagi semua ciptaan-Nya. Setiap manusia hidup dalam batas-batas yang telah ditentukan Allah baginya.

Allah memang memberi kehendak bebas kepada manusia. Tetapi kehendak bebas itu ada di dalam batas-batas yang telah ditentukan-Nya. Kehendak bebas yang dimiliki manusia hanya berguna di dalam batas-batas itu.

Untuk mempermudah pemahaman, berikut adalah perumpamaan kolam ikan.

Anggaplah diri kita sebagai Allah yang sedang membuat dunia beserta isinya. Kolam ikan sebagai dunia dan ikan-ikan sebagai manusia.

Buatlah sebuah kolam luas dengan dasar yang dalam, seolah-olah kolam itu adalah semesta yang luas.

Isilah kolam tersebut dengan air. Lepaskan beberapa ekor ikan ke dalam kolam. Kita sedang melahirkan ikan-ikan ke dalam kolam. Perhatikan bagaimana ikan-ikan itu berenang dengan bebas. Kita memberi ikan-ikan tersebut kehendak bebas di dalam kolam!

Ikan-ikan bebas berenang ke segala arah sesuai kehendaknya. Bebas memilih untuk bersembunyi di bawah bebatuan atau muncul ke permukaan. Bebas untuk berenang bersama-sama atau sendiri-sendiri. Bebas untuk menjelajahi batas-batas kolam atau hanya bermain-main di tengah kolam saja.

Tetapi sekalipun ikan-ikan tersebut bebas bergerak ke segala arah sesuai kehendaknya namun kebebasan itu terbatas. Luasnya kolam, banyaknya air yang kita berikan adalah batas bagi ikan-ikan tersebut.

Seperti kehendak bebas ikan-ikan itu tidak dapat melampaui batas-batas yang telah ditentukan baginya demikian pula manusia dengan kehendak bebasnya. Kehendak bebas terbatas!

Apa yang Yesus ajarkan mengenai Kerajaan Allah?

Dalam percakapan dengan Nikodemus yang tercatat dalam Injil, Yesus menyatakan bahwa seseorang tidak mungkin dapat melihat Kerajaan Allah jika tidak dilahirkan kembali. Kerajaan Allah hanya mungkin dimasuki dengan cara dilahirkan kembali.

Yesus adalah guru yang luar biasa. Dia tidak sembrono dalam memilih kata-kata untuk menjelaskan maksudnya. Untuk menjelaskan tentang cara seseorang dapat melihat Kerajaan Allah, Dia memilih untuk menggunakan frase ‘dilahirkan kembali’.

Allah menentukan batas bagi setiap manusia di dunia. Sekalipun batas-batas itu begitu luas sehingga manusia dapat memuaskan diri dan bersukacita dengan menjelajah hingga ke garis batas, tetapi semuanya tetap ada di dalam batas-batas yang telah ditentukan. Dan sudah pasti bahwa ‘dilahirkan’ ada di luar garis batas!

Urusan ‘dilahirkan’ dan ‘dilahirkan kembali’, mustahil terjadi sebagai akibat dari pilihan kehendak bebas manusia.

Dilahirkan atau tidak, pasti ada di luar batas hak manusia. Tidak ada manusia yang dilahirkan karena mempunyai iman percaya. Tidak ada manusia yang memilih untuk dilahirkan. Manusia tidak punya hak untuk menolak dilahirkan sebagai keturunan Adam. Manusia juga tidak punya hak untuk menolak dilahirkan kembali.

Domba dan kambing berbeda. Domba dilahirkan oleh domba. Kambing dilahirkan oleh kambing. Kambing tidak mungkin menjadi domba melalui iman percaya. Kambing mustahil menjadi domba melalui pilihan kehendak bebas kambing. Jika hendak menjadi domba maka harus dilahirkan dari domba. Kambing harus dilahirkan kembali sebagai domba.

Hidup dalam dunia fana butuh tubuh jasmani yang alamiah. Daging melahirkan daging. Roh melahirkan roh. Daging binasa dan roh kembali kepada pencipta-Nya. Hidup dalam kerajaan kekal butuh tubuh baru yang rohani.

Manusia tidak memutuskan bagi dirinya sendiri kapan atau dimana dirinya akan dilahirkan. Manusia tidak punya kebebasan untuk menolak terlahir sebagai keturunan Adam. Tidak ada satu manusiapun yang sanggup menolak untuk dilahirkan dalam tubuh jasmani yang penuh dengan rupa-rupa keinginan daging. Demikian pula tidak ada manusia yang sanggup menolak untuk dilahirkan kembali dalam Kerajaan-Nya.

Allah adalah kasih. Allah tidak mencegah manusia dilahirkan sebagai keturunan Adam ke dalam dunia yang fana, lalu mengapa engkau berpikir Allah akan mencegah manusia untuk dilahirkan kembali sebagai anak-anak-Nya di dalam kerajaan-Nya yang kekal? Bukankah Allah adalah Bapa yang baik bagi semua orang?

Kristus Yesus telah ditinggikan dengan cara terpaku pada salib kayu di atas bukit Golgota. Dia mengalami maut bagi semua dan melalui kematian-Nya itu maka semua orang ditarik datang kepada-Nya. Yesus memberikan janji-Nya, siapapun yang datang kepada-Nya, tidak akan dibuang-Nya. Semua orang diterima-Nya.

Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. Yohanes 6:37

Oleh karunia kasih-Nya maka semua orang telah dibenarkan dengan cuma-cuma. Mereka yang telah dibenarkan-Nya itu adalah mereka yang telah ditentukan-Nya sejak semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya.

Lalu siapakah yang akan menghukum semua orang yang telah dikasihi Allah? Kristus Yesus yang telah menyerahkan diri-Nya menjadi tebusan bagi semua manusia? Allah yang adalah Juruselamat semua manusia?

Saya yakin tidak ada apapun juga yang sanggup memisahkan manusia dari kasih Allah!

Iklan

Diterbitkan oleh

kejarlahkasih

Kejarlah kasih, follow the way of love. https://kejarlahkasih.wordpress.com

15 tanggapan untuk “Kehendak Bebas Manusia”

  1. Dengan kehendak bebas, setiap manusia dapat memilih untuk menerima atau menolak keselamatan. Jika menerima pasti masuk sorga, jika menolak pasti disiksa di dalam api neraka untuk selama-lamanya. Kalimat pembodohan seperti itu adalah dongeng turun-temurun yang bertentangan dengan ajaran Yesus Kristus.

    Bagian ini saya agak bingung, kenapa di katakan pembodohan oleh saudara? tolong di jelaskan.

  2. Setiap orang akan menghadapi penghakiman Allah.

    Kapan dan dimana penghakiman itu dilakukan?
    Di bukit Golgota, pada kayu salib, Yesus telah ditinggikan.
    Semua orang akan ditarik datang kepada-Nya untuk menerima keputusan-Nya.
    ====

    penghakiman kok berlaku surut

  3. Saya berpendapat, anda telah melakukan kesilapan ‘oversimplifying’/terlalu mempermudahkan maksud ayat-ayat Alkitab sehingga mata/pengertian saudara/i diabui/dialihkan daripada maksud sebenar ayat-ayat itu. Kasus anda adalah seperti Hawa yang ditipu oleh Lucifer di Taman Eden. Hawa mendengar sesuatu yang kedengarannya ‘benar’ tetapi sebenarnya bukan sesuatu yang benar. Apa yang dimaksudkan oleh Lucifer tidak sama dengan apa yang dimaksudkan oleh Tuhan.

    Kesilapan anda berpunca daripada:
    1. Anda tidak kritis ketika cuba memahami ayat-ayat yang anda temui. Ada hanya melihat ayat itu tetapi anda tidak mengambil kira konteks ayat itu diambil. Anda tidak mengambil konteks pasal ayat itu, anda tidak mengambil konteks buku di mana ayat itu diletakkan, anda tidak ambil Alkitab itu sebagai konteks utama. Pendek kata, anda gagal melihat konsistensi pengertian anda tentang ayat-ayat tertentu dengan ayat-ayat yang lain dalam Alkitab.

    Jika cara pembelajaran anda berterusan seperti ini, orang lain akan dengan mudah mematahkan hujah anda dengan hanya menggunakan ayat-ayat Alkitab.

    Kalau kita melihat kepada konsistensi Alkitab, apa yang anda tulis menyimpang daripada mesej/maksud sebenar yang Tuhan mahu sampaikan

    Tuhan memberkati

    1. Hahahaha…

      Komentar anda kosong tanpa makna dan penuh hujat!

      Kalau cuma komentar ‘anda salah’, ‘anda silap’, ‘anda hujah’, ‘anda menyimpang’, dst, seperti yang anda lakukan maka orang BEBAL pun dapat melakukannya lebih baik dari anda.

      Perilaku bijak adalah memberitahu letak kesalahan dan mengajarkan kebenaran yang seharusnya.

      Komentar anda? Sangat jauh dari perilaku bijak dan sama sekali tidak memberi nilai tambah apapun juga kepada para pembaca.

  4. Shalom KK . Sy juan sangat terberkati oleh tulisan” kk di blog/ sdi sabda.. 🙂
    Btw KK ada link FB ga? Klo ada apa link nya.. Biar komunikasi lebih mudah dgn anda KK 🙂 trims 🙂

    1. FB ada tapi tidak aktif alias jarang sy buka. Komunikasi lebih efektif lewat blog ini atau melalui email ke kejarlahkasih@gmail.com.

      Semoga berkat yg Sdr Juan terima terus berkelanjutan sehingga hidup Sdr Juan memberkati orang-orang yg ada di sekeliling Juan. Dengan cara itulah Kristus dipermuliakan. Amin.

  5. Wah Pak, saya sangat berterima kasih buat penjelasannya, saya sendiri sejak menemukan blog ini baru menyadari arti sesungguhnya dari Kasih Anugerah Allah yg telah membenarkan, menebus semua manusia lewat karya salib Yesus Kristus.

    Memang sempat bingung sekali di satu sisi saya percaya semua telah dibenarkan dan di sisi lainnya juga banyak ayat yg terbaca jika kita tidak setia sampai akhir maka tetap binasa.
    Dan saya bersyukur sekali atas blog Bapak ini akhirnya kebingungan saya bisa terjawab sekaligus mulai bisa mengakui bahwa kuk dan beban yang ringan dari Kristus memang tidak berlebihan, dan Kebenaran-Nya benar memerdekakan.

    Terima kasih Bapak, dan Tuhan memberkati selalu.

  6. Wah terima kasih banyak atas penjelasannya, bila demikian apakah benar bila saya artikan kitab Wahyu adalah kejadian yang telah lalu.
    Maaf Pak masih belajar jd banyak tanya.

    1. Bukan.
      Kitab Wahyu berisi pengelihatan tentang apa yang sudah, sedang dan akan terjadi. Penyingkapan tentang sejarah dunia.

      Dari perspektif manusia yg hidup terikat di bidang ruang-waktu, sebagian kitab Wahyu sudah terjadi dan sebagian lagi belum terjadi.
      Contoh: kamu belum ada di langit dan bumi yang baru; sehingga bagi kamu, langit dan bumi baru itu belum terjadi.

      Tetapi dari jika dilihat dari perspektif kekekalan, semua itu telah terjadi.

      Mudah-mudahan kamu memahaminya.

      Saya juga masih belajar, jadi mari belajar bersama.

  7. Pak,, mau tanya setelah semua manusia ditebus dan dibenarkan, apakah karena sifat kedagingan manusia yg buruk sampai akhir hidupnya akan membuat/mampu membatalkan tebusan dan Anugrah keselamatan dari Allah?

    1. Tidak.

      Daging hanya sementara. Ketika daging binasa maka lenyap pula segala nafsu dan keinginan daging itu.

      Terlepas dari anugerah kekal yang telah kita terima, setiap dari kita perlu belajar dan berlatih untuk mengendalikan keinginan daging supaya tidak menjadi budak nafsu.

      Tidak menyalahgunakan kebebasan yang kita miliki dalam Kristus untuk hidup sia-sia, melainkan mempergunakan sisa waktu yang ada untuk melayani Dia dengan cara mengasihi orang-orang yang ada di sekeliling kita.

      1. Apakah dengan demikian berarti tidak ada lg penghakiman baik bagi orang percaya Kristus, maupun bagi yg tdk tahu bahwa ia telah ditebus dan dibenarkan?

      2. Setiap orang akan menghadapi penghakiman Allah.

        Kapan dan dimana penghakiman itu dilakukan?
        Di bukit Golgota, pada kayu salib, Yesus telah ditinggikan.
        Semua orang akan ditarik datang kepada-Nya untuk menerima keputusan-Nya.

        Apa keputusan-Nya? Manusia diampuni. Bebas.
        Semua orang dibenarkan. Oleh kasih karunia kita semua dibenarkan.

        Ketika melihat Yesus, Yohanes Pembaptis berkata: “Lihatlah Anak Domba Allah yang akan menghapus dosa dunia.”

        Anak Domba Allah telah menghapus dunia, lalu berdasarkan apa lagi manusia akan dihukum?

        Allah telah membenarkan, lalu siapakah yang akan menghukum? Yesus? Bukankah Dia yang telah menyerahkan diri-Nya menjadi tebusan bagi semua manusia?

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s